4 Penyebab Perubahan Tubuh Manusia Karena Penggunaan Teknologi Modern

Penggunaan teknologi yang tidak disadari telah membuat tubuh manusia beradaptasi dengannya. Meskipun tidak terlihat drastis, ada konsekuensi dari aktivitas modern ini.

Laporan BBC menemukan perubahan dalam struktur tubuh manusia karena adaptasi terhadap kehidupan modern. Dilansir dari New York, berikut adalah beberapa perubahan ini.

4 Penyebab Perubahan Tubuh Manusia Karena Penggunaan Teknologi Modern
4 Penyebab Perubahan Tubuh Manusia Karena Penggunaan Teknologi Modern

1. Gigi bengkok

Makanan olahan membuat gigi manusia lebih bengkok. Ini karena di masa lalu, manusia harus makan makanan yang keras dan kenyal. Sementara hari ini, banyak produk makanan lebih lunak karena diproses.

“Kita jauh lebih mungkin menderita masalah gigi. Gigi yang penuh sesak, gigi bengkok, dll.,” Dr. Noreen von Cramon-Taubadel dari Universitas Negeri New York, Buffalo, Amerika Serikat.

Mengunyah membantu gigi kita tumbuh melalui masa kanak-kanak. Masalahnya, makanan modern tidak mengharuskan gigi bekerja sebagaimana mestinya.

2. Tengkorak Manusia Tumbuh Lebih Tajam

Para ilmuwan menemukan bahwa karena penggunaan ponsel, tengkorak manusia tumbuh lebih tajam hingga 30 milimeter. Bentuk tengkorak yang menonjol seperti ini sangat langka dalam 100 tahun terakhir.

“Saya telah menjadi dokter selama 20 tahun dan hanya dalam dekade terakhir, saya semakin menemukan bahwa pasien saya mengalami pertumbuhan dalam tengkoraknya,” kata David Shahar, ilmuwan kesehatan di University of The Sunshine Coast, Australia.

Bentuk ini dikenal sebagai “tonjolan oksipital eksternal” dan ditemukan di bagian bawah tengkorak tepat di atas leher. Anda bisa merasakannya dengan jari di belakang kepala.

Shahar memperkirakan, ketika posisi kepala turun untuk melihat ponsel, leher kita mencuat dan mengangkat kepalanya ke depan. Beban ini dapat menyebabkan masalah karena rata-rata, berat kepalanya mencapai 4,5 kilogram.

3. Siku Yang Menyusut

Para ilmuwan menemukan bahwa karena gaya hidup yang menetap, kerangka tubuh menjadi lebih sempit. Tulang terus tumbuh dan menjadi lebih kuat saat digunakan. Namun, saat ini orang tidak banyak menggunakannya.

Para ilmuwan di Universitas Potsdam, Jerman, menemukan konsekuensi dari gaya hidup yang tidak banyak bergerak.

Siku kami menyusut dengan cepat karena manusia kurang mobile. Anak-anak di Jerman yang menjadi subjek penelitian memiliki siku yang lebih kecil ketika mereka berjalan kurang dalam seminggu.

Selain itu, Christiane Scheffler, antropolog yang melakukan penelitian ini, menyatakan bahwa setiap tahun, tulang anak-anak menjadi lebih rapuh. Beberapa kemungkinan penyebab termasuk perubahan genetik, gizi buruk, dan kurangnya aktivitas fisik.

4. Jari-jari sensitif

Sebuah studi tahun 2014 menemukan bahwa, jari manusia lebih sensitif dari sebelumnya. Ini karena adaptasi tubuh terhadap penggunaan teknologi.

Penggunaan laptop, ponsel, atau teknologi lainnya membuat otak beradaptasi secara permanen dan jari-jari kita berinteraksi dengan benda-benda ini.

Studi di Universitas Zurich, Swiss melakukan penelitian pada aktivitas otak dari 37 orang yang kecanduan ponsel. 26 di antaranya memiliki perangkat layar sentuh, sedangkan sisanya menggunakan ponsel dengan pengetikan lama.

Peserta yang menggunakan layar sentuh menunjukkan lebih banyak aktivitas otak ketika ujung jari mereka disentuh daripada mereka yang tidak. Ini menunjukkan bahwa jari manusia lebih sensitif.