5 Cara Menanam Bonsai untuk Pemula

5 Cara Menanam Bonsai untuk Pemula
5 Cara Menanam Bonsai untuk Pemula

Bonsai terhadap dasarnya adalah sebuah tehnik yang digunakan untuk membawa dampak tanaman menjadi lebih menarik agar akan membawa dampak tanaman tersebut disukai oleh banyak orang.

Bonsai sendiri tidak terbatas hanya untuk satu model golongan tumbuhan saja. Tetapi juga mampu digunakan untuk semua model tanaman yang punyai pas hidup yang cukup panjang.

Pada biasanya bonsai hanya mampu ditunaikan terhadap tanaman berkayu, tetapi kini lebih dari satu dari tumbuhan lainnya juga mampu dijadikan bonsai.

Nah, untuk memahami cara membuat bonsai dengan mudah, tersebut kita sudah merangkum 5 cara mudahnya.

5 Cara Menanam Bonsai untuk Pemula
5 Cara Menanam Bonsai untuk Pemula

1. Pemilihan tanaman bonsai

Tanaman atau pohon yang akan dibuat menjadi bonsai disebut bersama bakalan bonsai. Bakalan bonsai bersifat tanaman yang diambil dari alam atau dari hasil perbanyakan, baik biji, setek, cangkok, okulasi, maupun enten.

Dari mana pun asalnya, tanaman yang dimaksud perlu punyai kriteria-kriteria spesifik untuk mampu dijadikan tanaman hias bonsai.

Jika kriteria-kriteria tersebut terpenuhi, tentu tanaman tersebut mampu dijadikan bonsai yang sempurna. Umumnya, tanaman yang akan dibonsai perlu mencukupi kriteria-kriteria sebagai tersebut :

  • Tanaman dikotil

Tanaman berkeping dua atau tanaman dikotil biasanya bersifat pohon yang keras dan berekambium. Jenis tanaman inilah yang paling ideal dijadikan bonsai. Tanaman model monokotil (seperti model kelapa, bambu, semak dan perdu) mampu juga dikerdilkan, tetapi disebut denganbonsai sejati.

  • Berumur panjang

Bonsai merupakan seni yang tetap tumbuh, agar membutuhkan tanaman yang mampu bertahan hidup puluhan, apalagi ratusan tahun.

  • Tahan hidup menderita

Bakal bonsai sebaiknya tahan hujan dan panas. Selain itu, juga tahan terhadap kondisi wadah yang sempit dan terbatas. Sebagai bonsai, tanaman perlu biasa hidup tetap walaupun jumlah makanan atau nutrisinya sedikit bersama pertumbuhan akar dan batang yang seadanya.

  • Bentuknya indah secara alami

Pohon yang akan dibonsai perlu sudah punyai daya tarik atau keindahan, baik daun, batang, akar, bunga, maupun buahnya. Keindahan tersebut akan semakin menonjol dan seimbang sehabis beroleh perlakuan sesuai bersama tata cara pembonsaian yang benar.

  • Tahan mendapat perlakuan

Untuk beroleh bonsai yang sempurna, pohon atau akan bonsai perlu diperlakukan bersama teknik-teknik spesifik (detraining), seumpama diiris, dipangkas, dan dililit bersama kawat guna untuk beroleh bentuk yang sempurna.

Contoh tanaman yang mampu dibuat bonsai di antaranya, yaitu azalea, pinus, asam, ulmus, jeruk, beringin, bougenvill, buxux, sianto, dan lain sebagainya.

2. Pemilihan tempat tanam bonsai

Bonsai ditanam di di dalam pot yang tipis, oleh dikarenakan itu tempat tanamnya sangat terbatas. Hal ini membawa dampak bonsai hanya punyai persediaan nutrisi tanaman yang terbatas dan sangat sensitif terhadap air siraman atau air hujan.

Media tanam yang baik perlu punya kandungan nutrisi dan bahan mineral yang cukup agar tanaman mampu hidup dan bertumbuh bersama baik.

Macam-macam bahan yang di gunakan untuk campuran tempat tanam bonsai meliputi:

  • Pasir

Bahan ini punyai cii-ciri porous agar gampang meneruskan air, menghindar air menggenangi tempat untuk pas yang lama, dan memudahkan hawa masuk ke di dalam tempat tanam.

Tanah

Jenis tanah yang umum dipakai yaitu tanah gunung yang hitam atau cokelat tua dan tanah merah.

  • Humus

Humus berasal dari dedaunan atau ranting pohon yang sudah mengalami sistem pelapukan alami untuk jangka pas yang lama. Humus punya kandungan banyak zat hara dan mikroorganisme yang berguna bagi tanaman.

  • Kompos

Kompos banyak punya kandungan unsur hara dan biasanya di tambahkan terhadap tumbuhan agar berkembang bersama baik sesuai genetis dan potensi produksinya.

Pupuk kompos mampu di bikin di dalam beraneka macam bentuk meliputi cair, curah, tablet, pelet, dan briket.

  • Pupuk kandang

Pupuk kandang yang biasa dipakai dari kotoran kambing. Pupuk kandang yang boleh di gunakan yaitu sudah matang, yang warnanya cokelat tua atau hitam dan tidak bau.

Media tanamnya membutuhkan tanah atau humus lebih banyak agar mampu mempertahankan air atau kelembaban. Ada juga tanaman yang membutuhkan nutrisi lebih banyak dari tanaman yang lain.

Untuk itu, tempat tanamnya perlu punya kandungan humus dan pupuk lebih banyak.

3. Penanaman dan pemeliharaan tanaman bonsai

Penanaman tanaman bonsai dimulai bersama pemilihan tanaman bersama batang utama yang cukup kuat kemudian memindahkan ke pot.

Selanjutnya bentuk urutan tanaman sesuai bersama yang anda senang bersama Mengenakan kawat. Periksa ranting dan cabang yang tumbuh secara teratur untuk membentuk bonsai sesuai bersama apa yang kita mau.

Hal lain yang tak kalah penting adalah pemilihan tanah, dikarenakan di sanalah pembentukan batang, ranting dan dahan ditentukan.

Pilihlah tanah bersama persentase humus sedikit dan jagalah kelembaban tanah tersebut tetapi jangan biarkan sangat banyak air atau hingga membawa dampak tanah menggumpal, dikarenakan mampu mengancam hidup tanaman.

Disamping itu ada lebih dari satu hal yang perlu diperhatikan di dalam peneneman tanaman bonsai seperti:

  • Pot dan isinya

Pot merupakan sarana di dalam kreasi bonsai yang tidak kalah penting bersama bonsai sendiri.

Selain pot bersifat baki, semua pot bonsai diperlengkapi bersama satu atau lebih lubang pembuangan air, yang ditutup bersama gas plastik atau yang lain.

Resep umum medium untuk tanaman yang berdaun lebar layaknya beringin, getahperca, dan sawo adalah 50% tanah review sedang, 20% pasir dan 30% kompos.

  • Mengisi pot

Mengisi pot untuk tanaman bonsai merupakan duplikasi dari kondisi yang sebetulnya di alam bebas. Lapisan paling atasnya atau topsil, tebalnya tidak lebih dari 35 cm bersifat cerul, penuh bersama humus, dan subur.

Lapisan ke-2 tetap lunak, tetap mampu menyalurkan air ke bawah menjadi air tanah.

Lapisan ketiga mampu bersifat lapisan tanah yang banyak batu-batuan berukuran berbagai ragam dan kelanjutannya lapisan paling bawah adalah lapisan induk batu yang kedap air.

  • Pengamanan mengisi pot

Batu kerikil, pasir dan tanah mampu punya kandungan serangga tanah yang membahayakan tanaman bonsai, lebih-lebih cacing dan nematoda.

Untuk itu diperlukannya untuk memfilter mengisi pot agar terbebas dari cacing tanah, serangga, jenis-jenis penyakit, dan biji-biji rerumputan dan sebaginya terdapat di di dalam tanah, agar tanaman tidak terganggu pertumbuhannya.

  • Pemeliharaan sehabis tanam

Setelah penanaman selesai, siram akan bonsai dan tanahnya bersama mempergunakan spayer yang halus. Air penyiraman perlu bersih dan tidak berlumpur dan nentral (tawar).

Hentikan penyiraman kalau air sudah berkelebihan dan mengalir ke luar lewat lubang air. Tempatkan kemudian akan bonsai di area yang teduh, tidak banyak angin dan bebas dari masalah anak-anak atau hewan kesayangan.

Untuk mempercepat tumbuhnya lagi (recovering) akan bonsai mampu diusahakan bersama menutup semua tanaman bersama kantung plastik transparan.

4. Tahap pembentukan bonsai

Membentuk tanaman kerdil alias bonsai terhadap hakikatnya ialah membawa dampak duplikat dari bentuk-bentuk pohon-pohon di alam bebas yang tetap di bawah ukuran yang normal.

Adapun bagian di dalam pembentukan bonsai yaitu:

  • Membentuk kerangka dasar

Bakal bonsai yang sudah siap untuk diberi kerangka dasar adalah yang sudah sangat sehat kembali, sehabis mengalami pemindahan.

Batang pokoknya praktis sudah tidak tergoyahkan lagi dan sudah cukup mencapai ketinggian yang diperlukan terhadap kelanjutannya untuk dibentuk.

Sebelum membentuk kerangka dasar, rencanakan lebih-lebih dahulu masak-masak bentuk bonsai yang dikhayalkan, dan bagaimana sekitar bentuk bonsai terhadap kelanjutannya nanti.

  • Merubah arah dan bentuk

Merubah bentuk dan arah tumbuhnya batang pokok dan dahan-dahan merupakan suatu paksaan dan memakan pas hingga bentuk dan arah yang diinginkan tercapai.

Untuk kepentingan tersebut diperlukan sarana untuk memudahkan pelaksanaannya layaknya kawat kuningan dari lebih dari satu ukuran diameternya, tali raffia, tang untuk memotong kawat, gunting pemangkas, gunting biasa, pisau kecil yang tajam, tang yang runcing ujungnya dan cellotape.

5. Penyempurnaan bentuk bonsai

Tidak semua model tanaman mampu dikerdilkan. Tanaman yang mampu mencukupi kriteria untuk dikerdilkan adalah tanaman yang membawa daun berukuran kecil, seumpama beringin, jeruk kingki (triphasi aurantium), jenis-jenis coniper (cemara dan pinus), delima (punika granatum) dan sebagainya.

Penyempurnaan bonsai kini letaknya untuk menyusun ranting-ranting bersama daunnya yang cukup lebat, tetapi sesuai bersama bentuk dan ukuran bonsai keseluruhannya.

Pengendalian pertumbuhan terhadap tanaman bonsai ditunaikan lewat pemangkasan dan pemetikan titik tumbuh. Pemangkasan ditunaikan bersama cara memotong dahan atau ranting yang sedekat barangkali bersama kuntum yang muncul sehat tutup lukanya yang besar bersama paraffin.

Setelah itu dilanjutkan bersama melilit dahan-dahan yang memanjang gunakan kawat selama pertumbuhan baru, untuk membentuk tampilan bonsai selanjutnya, hasil yang cukup mengesankan baru mampu dicapai sehabis lebih dari satu tahun.

Beberapa tehnik yang sering digunakan untuk memperbanyak bonsai adalah bersama pemotongan anggota vegetatif dan layering. Kedua cara ini digemari para entrepreneur bonsai dikarenakan relatif cepat dan mudah.

Kamu mampu memotong percabangan bonsai, kemudian menanamnya terhadap tempat tumbuhyang sesuai untuk membuahkan bonsai baru.

Ranting bonsai yang dipotong perlu cukup tebal dan kokoh agar mampu menjadi anakan baru yang cantik. Jika ranting yang anda potong berasal dari bonsai yang sudah cukup tua, maka anakannya pun akan punyai kesan setua induknya, dan ini merupakan nilai and tersendiri bagi bonsaimu.

Memang pemunculan akar dari ranting yang sudah tua lebih lama kalau dibandingkan bersama ranting yang tetap muda.

Namun, tidak ada salahnya mencoba bukan? Anakan hasil potongan perlu dibiarkan tumbuh sekitar 6 bulan lebih-lebih dahulu, baru anda boleh mem-bonsainya.

Teknik perbanyakan bonsai yang ke-2 adalah bersama layering. Teknik ini serupa bersama cangkok, yaitu membebaskan ranting membentuk akar selama tetap menempel terhadap induknya.

Prosedurnya pun mampu ditunaikan bersama cara cangkok biasa, yaitu membicarakan kulit kayu terhadap anggota yang mengidamkan dijadikan anakan baru, menyelimutinya bersama tempat lalu dibungkus plastik.

Cangkokan tetap disiram hingga tumbuh akar. Jika akar sudah tumbuh, anda boleh memindahkan anakan tersebut ke tempat yang terpisah dari induknya.

Biasanya anggota yang dicangkok adalah cabang yang cukup tebal agar anakan bonsai tumbuh seindah bonsai induknya bersama kokoh. Kamu juga mampu melakukan cangkok bonsai terhadap anggota akar atau tunas.

Teknik lainnya yang cukup umum digunakan adalah menyambung lebih dari satu model bonsai untuk membuahkan varian baru.

Misalnya bonsai spesies A akan disambungkan bersama spesies B. Ranting bonsai A dipotong, pas kulit kayu bonsai B dikupas terhadap anggota yang mengidamkan disambungkan.

Tempelkan potongan bonsai A terhadap anggota bonsai B yang sudah dikupas, bungkus bersama plastik yang sudah diberi semprotan hormone agar ke-2 anggota cepat menyatu.

Kultur bonsai juga mampu didapatkan bersama potongan daun. Namun, cara ini tidak tetap berhasil terhadap semua spesies. Carilah referansi lain yang mampu dijadikan sebagai pendukung.

Nah, itu dia kelima cara gampang membawa dampak bonsai bagi pemula.

Be the first to comment

Leave a Reply